Jalan Salib


Doa Pembukaan
Tuhan Yesus Kristus, kami berkumpul untuk merenungkan jalan salib-Mu dari Rumah Pilatus sampai ke Puncak Golgota. Kami ingin mencoba mengikuti Dikau, meskipun biasanya sengsara dan korban ingin kami hindari. Semoga semangat yang mendorong Dikau untuk menyelesaikan jalan salib-Mu menjadi semangat hidup kami dan hidup gereja-Mu yang sedang berziarah menuju pada Bapa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Marilah kita renungkan, Yesus yang menjadi korban
karna cinta kasih-Nya

Perhentian I : Yesus dihukum Mati
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Bagaikan penjahat Yesus dihadapkan kepada Pilatus untuk diadili. Pilatus takut kehilangan simpati rakyat, maka Yesus didera. Akhirnya demi kepentingan pribadi, Pilatus menjatuhkan hukuman mati yang tidak adil. Namun Yesus dengan tenang, sabar, dan rela menerimanya. Apa kita lebih baik mementingkan diri sendiri dari pada keadilan dan kebenaran? Apa kita sabar bila ada salah paham yang merugikan kita? Apa kita masih bisa mencinta bila dibenci orang?

Ya Tuhan, untuk menyelamatkan kami, Engkau menerima hukuman mati dengan tenang. Ajarilah kami untuk menjadi sabar bila kami mengalami ketidakadilan. Karena cinta kepada-Mu, kami pun ingin bersikap sopan bila disapa dengan kasar.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Sri Yesus Penebus kami dijatuhi hukuman mati
agar umat-Nya hidup

Perhentian II : Yesus Memanggul Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Para serdadu menganyam sebuah mahkota duri dan meletakkannya di kepala Yesus. Setelah diolok-olok, Yesus dibawa keluar, sebuah salib besar diletakkan diatas bahu-Nya. Yesus menerima beban itu dengan rela dan cinta. Betapa pahit piala itu yang harus diminum-Nya. Apakah kita masih sanggup memikul salib, bila datang kesulitan dan diejek orang? Apakah kita tahan menderita bila kena sakit, atau kita mengeluh saja?

Ya Tuhan, dengan rela Kau panggul salib-Mu yang berat karena kelemahan kami. Berilah kami kekuatan untuk memanggul salib kami yang kecil dibandingkan dengan salib-Mu yang berat.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, ampunilah kami orang berdosa.

Salib berat dipanggul-Nya agar kita ikuti-Nya
memikul salib kita

Perhentian III : Yesus Jatuh yang Pertama kali di Bawah Salib
Kami menyembah Diakau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Yesus sudah lelah. Raga-Nya yang perkasa sudah menjadi lemah. Beban-Nya kelewat berat. Jalan-Nya mendaki. Yesus jatuh dibawah salib yang berat ini.Tetapi Yesus tidak berhenti disitu. Karena ditopang oleh semangat yang luar biasa, Ia berusaha bangun kembali dan melanjutkan perjalanan-Nya.
Jatuh memang pengalaman yang tidak enak. Lebih-lebih bila disaksikan dan diketahui oleh banyak orang. Apakah kita rela mengakui kesalahan kita waktu jatuh? Ataukah kita menutup kesalahan kita dengan sombong? Apakah kita berani bangun kembali dengan rendah hati, ataukah kita tinggal di lantai saja karena malu?

Ya Tuhan, Engkau bersabda: Hanya yang memikul salib dan mengikuti Aku dapat menjadi murid-Ku. Dengan rela Kau panggul salib yang berat karena kelemahan kami.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Sri Yesus tolonglah kami bila kami jatuh lagi
tertindih salib berat

Perhentian IV : Yesus Berjumpa dengan Ibu-Nya
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Maria berdiri dipinggir jalan salib yang dilewati oleh Puteranya. Mereka saling beradu pandang. Maria melihat kesedihan Puteranya dan turut menanggung segala hinaan dan kesakitan bersama Dia.
Setia kepada orang yang kuat dan berkuasa itu lebih mudah daripada setia kepada teman yang namanya jelek dan dimusuhi banyak orang. Namun kesetiaan ini yang dibutuhkan seseorang untuk tetap bertahan pada cita-citanya.

Ya Tuhan, berilah kami semangat seperti Bunada Maria. Berilah kami hati yang terbuka untuk mengerti dan menerima keadaan orang seperti lain apa adanya dan jadikan kami peka untuk menghargai perhatian dan cinta sesama kepada kami sendiri. Yesus yang lembut hati,jadikanlah hati kami seperti hati-Mu.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Maria selalu setia pada Sang Kristus Puteranya
dalam suka dan duka

Perhentian V : Yesus ditolong Simon dari Kirene
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Tuhan sendiri tidak sanggup lagi memanggul salib-Nya lebih jauh. Algojo-algojo memaksa seorang petani yang baru saja pulang dari ladangnya untuk membantu Yesus memanggul salib-Nya.
Tuhan bersabda: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya. "Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, demikian kamu memenuhi hukum Kristus," kata Santo Paulus. Saling membantu dan menolong adalah kata-kata yang mudah diucapkan namun tak mudah dilaksanakan. Apakah kita masih mempunyai hati untuk pengemis yang lapar, orang yang berduka, teman yang terlalu banyak beban - ataukah hati sdah menjadi benteng yang tertutup? Bantuan, meski kecil, sangat berarti bagi yang membutuhkannya.

Ya Tuhan, kami takut terhadap salib, lembutkanlah hati kami yang keras.Tumbuhkanlah sikap saling menolong dan membantu agar masyarakat kami semakin damai dan sejahtera menurut kehendak-Mu. Tuhan, Engkau menerima Simon dari Kirene sebagai pembantu untuk memanggul salib bersama Dikau; ajarilah kami untuk membantu sesama kami, mengurangi beban salib mereka dengan bantuan sekecil apapun yang bisa kami berikan.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Cinta bakti pada Tuhan hanya dapat dibuktikan
dengan saling mengabdi

Perhentian VI : Veronika Mengusapi Wajah Yesus
Kami menyembah Diaku, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Veronika melihat penderitaan Yesus dan kekerasan serdadu-serdadu. Tanpa takut dan malu, ia mendekati dan mengusap wajah Yesus yang berlumuran darah itu. Sebagai tanda terima kasih-Nya, Veronika mendapat gambar wajah Yesus.
Disekitar kita ada orang yang butuh bantuan. Karena lapar, karena sakit, karena jadi korban persaingan. Apakah kita berani menjadi pembantu ataukah kita takut diejek, dicemooh, diasingkan? Apakah kita malu bekerja rajin karena takut dianggap menjilat?

Ya Tuhan, semoga teladan Veronika membuat niat kami untuk berani membantu dan tidak malu melawan kelaliman dan kemiskinan. Engkau bersabda: Apa yang kau perbuat bagi saudara-Ku yang paling hina ini, itu kau lakukan untuk Aku.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Lipuran yang meringankan duka orang yang tertekan
menghibur Kristus juga

Perhentian VII : Yesus Jatuh Kedua kalinya dibawah Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Walau dibantu oleh Simon dari Kirene, namun karena beratnya beban dan sakitnya badan, Yesus jatuh kedua kalinya dibawah salib. Namun dengan tenaga yang masih tersisa, Yesus berusaha berdiri kembali untuk menyelesaikan kurban-Nya.
Dengan enak kita jatuh kembali kedalam kesalahan dan dosa yang sama. Kita tidak tekun untuk bertahan dalam niat baik. Namun Tuhan tidak suka dengan orang yang puas dengan diri sendiri. masih banyak yang harus kita bereskan dalam diri kita, dalam keluarga, dalam masyarakat dan negara kita.masih ada banyak soal untuk mewujudkan kesejahteraan antar kita.

Ya Tuhan, karena kami membuat kesalahan dan dosa yang sama, maka Engkau jatuh lagi. Berilah kami semangat untuk mulai merubah diri dan mengambil langkah yang perlu untuk menghindari terjadinya kesalahan yang merugikan dikau dan sesama.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Bilamana kami lemah jatuh tercampak di tanah
tegakkan kami lagi

Perhentian VIII : Yesus Menasehati Wanita Wanita yang Menangis
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Sejumlah wanita meratapi Yesus yang sedang sengsara. daripada menangis, sebaiknya mereka mengikuti Yesus dalam jalan salib. Namun itu tidak mereka lakukan. Maka mereka ditegur oleh Yesus: janganlah menangisi Aku, tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu.
Tuhan menunjukkan betapa Ia lebih menghargai karya dan amal daripada kata-kata dan airmata yang mengharukan. Lebih baik kita merubah diri daripada menangisi dosa kita. Tidak cukup kita menangis bersama orang lain; kita harus juga membuka jalan bagaimana ia dapat keluar dari kesusahannya.

Ya Tuhan Yesus, bebaskanlah kami dari rasa takut berkorban. Janganlah kami menjadi kecil hati bila melihat orang lian menderita. Bantulah kami agar dalam keadaan apapun kami mampu melupakan diri kami sendiri dan membantu orang lain yang sedang berkesusahan.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah kasihanilah kami orang berdosa.

Tobatkanlah jiwa kami, arahkanlah sikap hati
pada cinta sejati

Perhentian IX : Yesus Jatuh ketiga kalinya dibawah Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Puncak Gunung Golgota sudah nampak. Yesus sudah kehabisan tenaga sama sekali. karena berat penderitaan-Nya, Yesus jatuh tersungkur untuk ketiga kalinya. Namun Ia tidak mau menyerah. Demi cinta-Nya kepada Bapa dan manusia, Ia ingin menyelesaikan tugas-Nya. Untuk pendosa yang tidak mau bertobat, Ia menderita untuk membuka jalannya kembali kepada Bapa. Maka Ia berusaha bangun lagi dan berjalan terus.
Kitapun belum sampai tujuan. Bagi kitapun dapat tiba saatnya dimana semua kurban nampak sia-sia, dimana semangat kita padam. Namun tidak ada derita tanpa arti bagi orang yang percaya kepada Kristus.

Ya Tuhan, Engkau jatuh lagi dibawah salib yang berat. Namun Engkau tidak menyerah melainkan bangun kembali. Kami kagum karena hasrat-Mu untuk menyelesaikan jalan yang sia-sia ini. Maka kuatkanlah semangat kami bila kami putus asa dan ingin menyerah. Ampunilah kami bila patah semangat.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Bila hatiku gelisah karna dosa dan susah
ulurkanlah tangan-Mu

Perhentian X : Pakaian Yesus Ditanggalkan
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Sesampai di bukit Golgota, Yesus disiapkan untuk disalibkan. Serdadu-serdadu secara kasar sekali melancarkan penghinaan yang paling keji, menanggalkan pakaian Yesus dimuka umum. Dan luka-luka bekas penderaan mulai berdarah lagi.
Apakah kita berbuat lebih baik bila kita menghina orang lain, menceritakan kelemahan orang lain? Apakah kita tidak menghina Tuhan, bila kita kurbankan kemurnian badan kita? Tuhan menderita karena kita tidak punya rasa malu.

Ya Tuhan, dalam hidup-Mu, Engkau telah menunjukkan kepada kami betapa tinggi bagi-Mu nilai badan manusia. Ajarilah kami untuk lebih senang berkorban dan mati raga daripada hidup enak-enak dan menyalahgunakan badan kami untuk mencari hiburan.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Pakaian-Mu dibagikan, jubah utuh diundikan
martabat-Mu dihina

Perhentian XI : Yesus dipaku di Kayu Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Tibalah saat yang paling ngeri; para algojo menyampakkan Yesus ke tanah, menembusi tangan dan kaki-Nya, kemudian memaku-Nya pada palang penghinaan. Setelah itu mereka menegakkan salib itu. Tanpa mengeluh Yesus mendoakan para algojo: Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Kitapun sering terikat pada manusia. Atau lari dari suatu tugas yang tidak enak.Namun menjadi pengikut berarti ikut dipaku disalib. Sanggupkah kita untuk menyelesaikan tugas kita?

Tuhan, menjadi pengikut-Mu tidak mungkin hanya setengah-setengah. Engkau ingin memberi kekuatan pada kami untuk menanggung segala yang tidak enak, untuk mengikuti Dikau secara konsekuen. Tuhan, kami lemah.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Dari salib-Mu Kau lihat tak terbilang yang menghojat
berapakah yang setia

Perhentian XII : Yesus Wafat di Salib
Kami menyembah Diakau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Tiga jam lamanya Yesus bergulat dengan maut. Tiga jam penuh sengsara. Sendirian. Sampai Ia merasa ditinggalkan oleh Bapa-Nya waktu Ia berseru dengan suara nyaring: Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Daku? Namun Ia taat sampai mati kepada Bapa dengan berkata: Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Ketaatan inilah yang mendatangkan penebusan dosa bagi manusia.
Berkurban itu memang pahit, bila ditanya 'mengapa', namun membahagiakan bila dilaksanakan dengan tulus iklas. Kurban Kristus adalah jaminannya. Percayakah kita bahwa jalan salib apapun bagi kita menjadi jalan bahagia? Percayakah kita bahwa kurban manapun membawa berkat bagi kita? Itulah berkat salib Kristus.

Ya Yesus yang maha baik, tak ada cinta yang lebih besar daripada cinta seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabatnya. Demikian besar cinta-Mu pada kami. Kami bersyukur dan berterima kash kepada-Mu. Tolonglah agar kami dapat memberikan balas kasih kepada-Mu, khususnya bila cinta menuntut korban. Yesus yang taat kepada kehendak Bapa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Benih yang mati hasilkan buah yang berkelimpahan
wafat-Mu sumber hidup

Perhentian XIII : Yesus diturunkan dari Salib
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Maria ikut menderita bersama Puteranya. Maka kini usahanya yang terakhir ialah untuk menghormati Puteranya dengan memakamkan-Nya secara pantas. Maka Yusuf dari Arimatea menurunkan Yesus dari salib dan merebahkan-Nya pada pangkuan Maria, bunda-Nya. Sekali lagi Maria memeluk Puteranya dan dalam hati ia berkata: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu. Dialah abdi Allah yang setia.
Kitapun didampingi Maria baik dalam suka maupun dalam duka,baik dalam hidup maupun dalam kematian. Apakah kita pun sabar mendampingi sesama yang menderita? Apakah kita kuat dalam percaya?

Ya Bunda Maria, kami kagum melihat sikapmu. Sikap cinta tanpa pamrih, setia karena percaya kepada Allah. Doakanlah kami agar kami mampu meneladan cintamu. Bukan hanya dalam kata-kata hampa, tetapi nyata dalam hidup dan perbuatan kami. Bunda yang berduka cita, melalui Yesus Puteramu, kami berseru:
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Salib tanda penghinaan jadi lambang kemenangan
lantaran wafat Yesus

Perhentian XIV : Yesus dimakamkan
Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu.
Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dunia.

Karena Sabat akan mulai, maka Yesus diminyaki dan segera dimakamkan. Namun maut tidak dapat menahan Tuhan. Dari kubur-Nya bangkitlah kehidupan, cinta Yesus lebih kuat daripada maut. "Kalau biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tinggal sendirian! Namun bila ia mati, ia berbuah banyak." Bagi kita orang Kristen, maut tidak boleh menakutkan; bila kita mengikuti Yesus pada jalan salib hidup kita, maka Ia akan menyediakan pula bagi kita hari Paskah yang cerah.

Ya Tuhan, Engkau sendiri juga ingin merasakan kegelapan makam seperti kami sendiri. Kuatkanlah kami yang menantikan kebangkitan agar berharap meskipun masih gelap percaya kepada Dikau yang sudah bangkit meskipun kami masih di jalan salib. Dikaulah raja dan penebus kami.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Ya Allah, kasihanilah kami orang berdosa.

Jenasah-Nya dimakamkan, rebah dalam penantian
menyongsong kemuliaan

Doa Penutup
Ya Allah, kekal dan maha kuasa, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau memperbaharui hidup kami dengan wafat dan kebangkitan Putera-Mu. Kuatkanlah kami, agar kami dengan mengikuti jalan salib Putera-Mu menjadi rela untuk memanggul salib dengan setia dan tekun dan mengambi kepada Dikau dan sesama. Berilah rahmat-Mu kepada semua yang kami doakan tadi dan hantarlah kami semua kepada kebangkitan.
Dengan perantaraan Kristus Tuhan kami.
Amin.

Nama Yesus dimuliakan, kurban salib dikenangkan
untuk s'lama-lamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar